1. Muzam MG, Ali M.N dan Husain
menunaikan puasa tetap aman bagi orang memeiliki lambung tdak sehat atau gangguan ulcer pada lambung, penelitian yang di lakukan oleh Muzam MG, Ali M.N dan Husain dalam observasi terhadap efek puasa ramadhan terhadap asam lambung.
2. Dr. Muhammad Munib
Dr. Muhammad Munib melakukan penelitan terhadap responden muslim di turki dan mengambil sampel darah mereka sebelum dan di ahir bulan ramadhan untuk melakukan analisis dan pengukuran kandungan protein. lemak fosfat, asam lemak, albumin, gula darah , kolesterol, tryglycerol dan unsur-unsur pembentuk darah lainya. dan dalam penelitian tersebut di dapat, antara lain terjadi penurunan tryacyglicerol dan kadar gula pada orang yang berpuasa, kemudan terjadi penurunan parsial dan berat badan ,tidak terlihat adanya aseton pada urin.
3. Elson M. Haas M.D.
Dalam puasa (cleansing dan detoksifikasi) merupakan bagian dari trilogy nutrisi, balancing, building( toning). Elson percaya bahwa puasa adalah bagian yang hilang "missing link" dalam diet di dunia barat. Kebanyakan orang di barat over eating atau terlalu banyak makan, makan dengan protein yang berlebihan, lemak yang berlebihan pula. Sehingga ia menyarankan agar orang lain mulai mengatur makanannya agar lebih seimbang dan mulai berpuasa, karena puasa bermanfaat sebagai: purifikasi, peremajaan, istirahat pada organ pencernaan, anti aging, mengurangi alergi, mengurangi berat badan, detoksikasi, relaxasi mental dan emosi, perubahan kebiasaan dari kebiasaan makan yang buruk menjadi lebih seimbang dan lebih terkontrol, meningkatkan imunitas tubuh. dan lebih baik lagi bila dalam pengawasan dokter. Puasa dapat mengobati penyakit seperti Influeza, bronkitis, diare, konstipasi, alergi makanan, astma, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, obesitas, kanker, epilepsi, sakit pada punggung, sakit mental, angina pectoris (nyeri dada karena jantung), panas dan insomnia.
4. Dr Ahmad al-Qadhi, Dr. Riyadh al-Bibabi
Bersama
rekannya di Amerika, dia melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah
sukarelawan yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Hasil penelitian ini
menunjukan pengaruh positif puasa yang sangat signifikan terhadap sistem
kekebalan tubuh. Indikator fungsional sel-sel getah (lymfocytes)
membaik hingga sepuluh kali lipat, walaupun jumlah keseluruhan sel-sel
getah bening tidak berubah, namun prosentase jenis getah bening yang
bertanggung jawab melindungi tubuh dan melawan berbagai penyakit yaitu
sel T mengalami kenaikan yang pesat.
sumber
sumber
