Lalu Rasulullah beralih ke atas mimbar dan bersabda,’’Sesungguhnya aku akan mendahului kalian dan aku menjadi saksi atas kalian. Demi Allah, sesungguhnya sekarang ini aku sedang melihat telagaku, sesungguhnya aku diberikan kunci-kunci kekayaan bumi atau kunci-kunci bumi. Sesungguhnya demi Allah, aku tidak khawatir kalian akan kembali musyrik sepeninggalku tetapi aku khawatir kalian akan berlomba-lomba dalam kehidupan dunia.’’ (HR Muslim).
Berdasarkan hadis di atas dijelaskan bahwa akan terjadi pada umat Rasulullah perlombaan mencari kehidupan dunia. Mereka rela mengorbankan iman dan akidahnya hanya demi kehidupan dunia sehingga mereka tidak mendapatkan telaga Rasulullah. Saat seseorang masuk ke telaga Rasulullah tidak akan merasakan dahaga sedikit pun. Sebaliknya, mereka merasakan kenikmatan begitu besar.
Yang diriwayatkan oleh Sahal, ia berkata pernah mendengar Nabi SAW bersabda,’’Aku mendahului kalian berada di telaga. Barang siapa yang sampai di sana tentu dia akan minum dan barang siapa yang telah minum niscaya tidak merasakan dahaga selamanya. Sungguh akan datang kepadaku kaum yang aku kenal dan mereka mengenal aku kemudian terdapat penghalang antara aku dan mereka.’’ (HR Muslim).
Telaga Rasulullah tidak akan diberikan kepada umatnya yang sibuk dengan kehidupan dunia, yang menjadikannya sebagai awal dan akhir dari kehidupan. Lalu, mereka rela meninggalkan amalan akhirat dan mengutamakan kehidupan dunia.
Mereka-mereka yang menjadikan dunia sebagai tempat bercocok tanam untuk mengais pahala demi akhirat, mereka itulah yang akan mendapatka telaga Rasulullah. Dunia akan mereka jadikan sebagai tempat sementara serta mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk menuju akhirat.
