Kuliah, Kerja dan Nikah, Kenapa Takut?

,
Mungkin banyak diantara mahasiswa saat ini bila mendengar kata “nikah”, langsung terbayang bahwa menikah diusia muda itu akan mendatangkan segudang masalah. Hal ini bisa dibuktikan dengan menyodorkan pertanyaan “Apakah anda sudah siap menikah diusia anda sekarang?”. Jawabannya tentu akan bervariasi, yang intinya sebagian besar dari mereka tidak berani mengambil resiko menikah diusia muda. Walaupun ada sebagian saja di antara mereka yang dengan mantapnya menjawab “insyaalloh saya siap”.

            Memang tidak dipungkiri menyelesaikan tugas-tugas kuliah, mengikuti ujian, dan melakukan penelitian merupakan rutinitas mahasiswa pada umumnya. Namun realitanya dilapangan tersebut sebenarnya bukanlah suatu hal yang sangat menyita waktu mereka. Karena bila ditelaah kembali, banyak sekali waktu-waktu luang di luar jam kuliah dipergunakan untuk melakukan aktifitas yang tidak produktif dan bahkan mengarah kepada perbuatan dosa na’udzubillah. Entah itu waktu mereka dihabiskan untuk browsing internet, nonton film, jalan-jalan ke mall, shoping, main game, tidur, dan yang paling parah yaitu pacaran.

            Memang “pacaran” kalau tidak mau dikatakan sebagai budaya buruk bangsa pada zaman sekarang, maka “pacaran” pantas untuk dinobatkan sebagai wabah penyakit yang menginfeksi dan meracuni moral para pemuda pada umumnya. Apalagi para mahasiswa yang jauh dari pengawasan orang tua, interaksi lawan jenis yang tidak terbatas baik di kampus maupun di luar kampus, serta pendidikan agama yang semakin minim, jelas hal ini rentan sekali menimbulkan perbuatan zina, na’udzubillah.

>>Bahayanya Zina

Allah ta’ala telah berfirman :

“Dan orang orang yang tidak menyembah Tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam  keadaan  terhina  kecuali orang orang yang bertaubat ” (QS. Al Furqan, 68 –69 ).

            Dari keterangan ayat di atas, Allah ta’ala menggabungkan antara dosa zina dengan dosa syirik dan dosa membunuh manusia, sehingga hukuman yang diberikan adalah kekal dalam azab neraka dan dilipat gandakan siksaannya, selama pelakunya tidak bertaubat, beriman dan beramal shalih. Perbutan zina adalah perilaku keji  yang hanya dilakukan oleh mereka yang memiliki jiwa yang kotor lagi rendah. Sungguh Allah ta’ala  sangat membenci perbutan zina itu, hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi sholallohu ‘alaihi wasallamdi saat shalat gerhana matahari, beliau bersabda:

يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، وَاللهِ لاَ أَحَدَ أَغْيَرُ مِنَ اللهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ، يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، وَاللهِ لَوْ تَعْلَمُوْنَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً وَلَبَكَيْتُمْ
كَثِيْرًا، ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ وَقَالَ: اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ؟

“Hai ummat Muhammad, demi Allah, tak ada satupun yang lebih pencemburu dari Allah ketika ada seorang hamba-Nya yang laki-laki atau perempuan berbuat zina. Hai ummat Muhammad, demi Allah, sekiranya kalian mengetahui seperti apa yang aku ketahui, tentu kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya seraya berkata, “Ya Allah, bukankah aku sudah sampaikan?” (HR. Bukhari dan Muslim).

            Ketika disebutkan perbuatan zina oleh Nabi sholallohu ‘alaihi wasallamdisaat sholat gerhana matahari, maka penyebutan dosa zina termasuk salah satu dosa besar yang pelakunya sangat Allah benci dan murkai. Maka tidaklah mengherankan ketika Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallammengabarkan bahwa pelaku zina adalah mayoritas penduduk neraka, beliau sholallohu ‘alaihi wasallambersabda :

أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ الفَمُ وَالفَرْجُ
             
“Yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka ialah lidah dan kemaluan.” (HR. Ahmad dan At Turmudzi, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam silsilah hadits shahih).

>>Zina VS Nikah

            Zina merupakan penyakit masyarakat yang sudah mulai menjamur dewasa ini. Hal ini dipicu oleh beberapa faktor, entah itu pergaulan bebas, media komunikasi yang semakin berkembang dan semakin canggih, globalisasi budaya, dan pengaruh sikap hedonisme. Maka menikah menjadi salah satu terapi mujarab untuk menyembuhkan penyakit yang merusak tatanan kehidupan ini. Nikah merupakan solusi ampuh dari Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallamyang menjadi suri tauladan dalam hidup kita, beliau mewasiatkan kepada para pemuda yang berkeinginan menjaga harga diri dan kehormatannya untuk segera menikah, Nabi sholallohu ‘alaihi wasallambersabda :

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; sebab puasa dapat menekan syahwatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)



>>Mengetuk Hati Orang Tua

          materialis sangat ironis dengan sikap mereka yang ingin menyelamatkan anak-anak mereka dari penyimpangan moral. Rasa takut akan kesulitan ekonomi dan kekhawatiran akan gagalnya anak mereka dalam meraih cita-cita, berujung pada keengganan untuk menikahkan anaknya diusia muda. Sungguh picik bila orang tua hanya mementingkan ambisi dan ego pribadi, tanpa memperhatikan kondisi dari anak-anak mereka. Padahal Allah ta’ala telah memerintahkan orang tua untuk mencurahkan perhatian dalam menyelamatkan keluarga mereka dari siksa api neraka, Allah ta’ala berfirman :
  Fenomena orang tua yang cenderung

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka, dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim : 6)

Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam juga mewanti-wanti orang tua sebagai pemimpin dalam rumah tangga, yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban atas perilaku anak-anak mereka, beliau sholallohu ‘alaihi wasallambersabda :

“Ingatlah! Masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya” (HR. Muslim)

Maka sudah sepatutnya orang tua berupaya untuk menyelamatkan anak mereka dari perbuatan zina dengan cara menikahkan mereka dengan seorang yang baik akhlaq dan agamanya. Allah ta’ala berfirman :

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (untuk menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang wanita. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya.Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. AnNur, 32)

>>Kuliah dan Nikah, Ga Ada Masalah !

            Dunia kampus umumnya tidak terlepas dari yang namanya ikhtilat (campur baur antara pria dan wanita), sehingga teramat sulit menjaga pandangan antar lawan jenis. Apalagi mode pakaian mahasiswa dan mahasiswi sekarang yang sangat memprihatinkan. Padahal Allah memerintahkan untuk menjaga pandangan, Allah ta’ala  berfirman :

“.....Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka....”. (QS. 24:30)

            Maka sudah barang tentu seorang mahasiswa yang cerdas dan ingin menjaga kehormatnnya memilih opsi untuk menikah. Jelas, pilihan untuk menikah bukanlah suatu prilaku nekat, namun disertai pertimbangan yang matang demi kebaikan dunia dan terlebih lagi untuk kebaikan akhirat.

            Mencari nafkah disela-sela kesibukan kuliah dan mengerjakan tugas, sebenarnya tidak terlalu menyita konsentrasi, asalkan pandai mengatur waktu dan dikomunikasikan dengan pasangan. Banyak para pemuda yang menikah saat masih berstatus mahasiswa mampu mencari nafkah disela-sela jadwal padat mereka. Tidak harus bekerja tetap tetapi yang lebih penting adalah tetap bekerja untuk menafkahi keluarga.  Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan tanpa harus menyita banyak waktu tapi dapat menambah income, antara lain :

-          # Membuka bimbingan belajar bersama teman-teman sekampus
-          # Memberikan les privat.
-          # Membuat bisnis online.
-          # Berjualan roti/kue, busana muslim, handphone serta pulsa, buku, atau yang lain disesuaikan dengan peluang yang ada.
-          # Beternak ayam, ikan, itik ataupun kelinci.
-          # Mengirimkan tulisan ke berbagai majalah atau surat kabar.
-          # Membuat aneka kerajinan tangan.
-          # Membuat aplikasi komputer dan website online, dan kegiatan-kegiatan lain yang kesemuanya bisa dijalankan tanpa harus meninggalkan bangku kuliah.

            Maka hilangkan semua kerisauan tentang beratnya menjalani pernikahan, sebab bila kita sabar, kerja keras dan tawakkal niscaya kemudahan serta pertolangan Allah itu akan datang. Janganlah khawatir, Allah ta’ala yang Maha Pemberi Rizki telah berjanji dalam firman-Nya:

” .... Jika mereka miskin Allah yang akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui “ (QS. AnNur, 32)

Dan Rosulullah menjamin bahwa jika niat kita benar-benar untuk menjaga kehormatan dan ikhlas hanya karena Allah, niscaya pertolongan Allah akan datang, sebagaimana dalam hadits :

“ada tiga golongan orang-orang yang dijanjikan pertolongan Allah. (salah satunya): Seorang yang menikah karena ingin menjaga kehormatannya” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah) 

Bukankah dulunya orang tua kitapun pada awal pernikahan mereka banyak mendapati ujian dan rintangan, namun kesemuanya dilalui mereka dengan sabar dan optimisme yang tinggi sehingga pertolongan dan kemudahan dari Allah datang kepada mereka?

>>Wahai Pemuda, Apa Yang Masih Engkau Risaukan?

            Mungkin persoalan mengenai kesusahan setelah menikah masih menggelayut di pikiran kita. Itu wajar dan sah-sah saja bila masih ada secercah keraguan yang bersembunyi di hati. Namun apakah persoalan mengenai kehoramatan, harga diri, dan dosa tidak menjadi kerisauan yang sangat besar dalam benak kita? Waktu kita di dunia ini hanya sebentar, dan tidak ada seorang mahluk pun yang mampu menjamin kita selamat atau celaka, melainkan Allah yang berkuasa atas segala sesuatunya.

            Terakhir ada nasehat berharga dari imam Qurthuby dalam tafsirnya yang mengutip perkataan Umar bin Khaththab radiyallohu ‘anhu, yaitu:

“Sungguh aneh (mengapa) anak-anak muda enggan menikah karena kemiskinan. Sesungguhnya nikah adalah metode terindah untuk menjauhkan seorang dari kefakiran. Betapa tsiqqahnya para sahabat terhadap ayat ini sampai-sampai ini menjadikannya sebagai prinsip. Kekhawatiran bagi dirinya akan kemiskinan ditempuh dengan menikah. Lalu mengapa kita masih ragu dengan janji Allah. Seakan Allah mengatakan dalam ayat-Nya “Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya)”: Wahai hamba-Ku mengapa kalian takut miskin, Aku-lah yang memiliki segala Karunia”
 http://sunnahkami.blogspot.com/2011/05/sudahkah-anda-menikah.html

Orang yang akan mendapatkan telaga Rosulullah SAW

,
Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir, pada suatu hari Rasulullah SAW keluar untuk menyalatkan jenazah syuhada Uhud.

Lalu Rasulullah beralih ke atas mimbar dan bersabda,’’Sesungguhnya aku akan mendahului kalian dan aku menjadi saksi atas kalian. Demi Allah, sesungguhnya sekarang ini aku sedang melihat telagaku, sesungguhnya aku  diberikan kunci-kunci kekayaan bumi atau kunci-kunci bumi. Sesungguhnya demi Allah, aku tidak khawatir kalian akan kembali musyrik sepeninggalku tetapi aku khawatir kalian akan berlomba-lomba dalam kehidupan dunia.’’ (HR Muslim).

Berdasarkan hadis di atas dijelaskan bahwa akan terjadi pada umat Rasulullah perlombaan mencari kehidupan dunia. Mereka rela mengorbankan iman dan akidahnya hanya demi kehidupan dunia sehingga mereka tidak mendapatkan telaga Rasulullah. Saat seseorang masuk ke telaga Rasulullah tidak akan merasakan dahaga sedikit pun. Sebaliknya, mereka merasakan kenikmatan begitu besar.

Yang diriwayatkan oleh Sahal, ia berkata pernah mendengar Nabi SAW bersabda,’’Aku mendahului kalian berada di telaga. Barang siapa yang sampai di sana tentu dia akan minum dan barang siapa yang telah minum niscaya tidak merasakan dahaga selamanya. Sungguh akan datang kepadaku kaum yang aku kenal dan mereka mengenal aku kemudian terdapat penghalang antara aku dan mereka.’’ (HR Muslim).

Telaga Rasulullah tidak akan diberikan kepada umatnya yang sibuk dengan kehidupan dunia, yang menjadikannya sebagai awal dan akhir dari kehidupan. Lalu, mereka rela meninggalkan amalan akhirat dan mengutamakan kehidupan dunia.

Mereka-mereka yang menjadikan dunia sebagai tempat bercocok tanam untuk mengais pahala demi akhirat, mereka itulah yang akan mendapatka telaga Rasulullah. Dunia akan mereka jadikan sebagai tempat sementara serta mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk menuju akhirat.

Kunci sukses dalam hidup ala Rosulullah SAW

,
Dalam mengatasi permasalahan hidup, Allah telah memberikan manusia kunci rahasianya. Dan kunci itu selalu dipakai oleh Rasulullah dalam menghadapi setiap permasalahan. Dengan begitu, Rasulullah menjadi manusia paling sukses dalam mengemban tugas dari Allah SWT. 
Rasulullah jadi nabi terbaik dari seluruh para nabi, dan selalu mendapatkan pertolongan dari Allah SWT. lantas, apa kunci rahasianya itu?
Kunci rahasia Rasulullah adalah sabar dan salat, seperti yang difirmankan Allah SWT, "Dan mintalah pertolongan kamu sekalian dengan sabar dan salat, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 45). 
Ditegaskan kembali dalam ayat selanjutnya, “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153).
Di dalam kedua ayat di atas, Allah memerintahkan manusia untuk menggunakan kunci sabar dan salat sebagai sarana untuk meminta pertolongan-Nya. Kenapa demikian? Dengan sabar membuat manusia selalu sadar bahwa semuanya berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Dalam kondisi tertimpa musibah, misalnya secara sadar manusia masih bisa mengontrol emosi sehingga tidak mengeluh dan menyalahkan diri sendiri atau nasib yang sedang menimpa.
Jika musibah telah lepas dari kita, secara sadar kita dapat mengambil hikmah dan selanjutnya bangkit serta memperbaiki diri. Intinya, dengan sabar, apa pun musibah dan problematika yang menimpa diri kita tidak akan membuat kita stres, sakit, atau putus asa. Kita justru akan ridha menerima musibah itu dan menyikapinya dengan penuh ketabahan, sehingga jiwa dan raga kita menjadi tenang. 
Sedangkan salat merupakan cara menyelesaikan masalah dengan memanfaatkan energi ketundukan. Melalui salat, kita akan menyadari bahwa kita adalah makhluk yang lemah sedangkan Allah Maha kuat, kita adalah makhluk yang miskin sedangkan Allah Maha kaya, kita adalah makhluk yang hina sedangkan Allah Maha mulia, dan kita adalah makhluk yang kecil sedangkan Allah Maha besar. 
Nah, pada kenyataannya dalam kehidupan kita yang selalu memiliki sisi ruang yang beragam. Bahagia dan sengsara, sehat dan sakit, kaya dan miskin, dan lain sebagainya. Garis hidup kita terkadang juga berjalan tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan. 
Kendala, cobaan, problem, atau apa pun namanya adalah suatu keniscayaan bagi manusia yang hidup di dunia. 
Demikian juga penyakit, kecelakaan, dan kemiskinan adalah perkara biasa yang menimpa manusia. Karenanya, kita perlu mengambil sikap terbaik dalam menghadapi semua itu, yaitu dengan menggunakan kunci sabar dan salat. 

sumber: http://m.aktual.co/wisatahati/1903502-kunci-rahasia-sukses-dalam-hidup

Tindakan yang dapat membuat masuknya setan kedalam diri kita

,
Hati manusia bagaikan benteng, sedangkan setan adalah musuh yang senantiasa mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita harus bisa menguasai benteng kita sendiri, bukannya benteng kita di kuasai oleh setan.

Jika kita ingin memiliki kemampuan untuk menjaga pintu benteng kita agar tidak di kendalikan oleh setan, kita harus mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan setan sebagai jalan untuk menguasai benteng tersebut. Melindungi hati dari gangguan setan adalah wajib, oleh karena itu mengetahui pintu masuknya setan itu merupakan salah satu syarat untuk melindungi hati kita maka kita diwajibkan untuk mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan jalan untuk menguasai hati manusia.

Pintu tempat masuknya setan adalah semua sifat kemanusiaan manusia yang tidak baik. Berarti pintu yang akan dimasuki setan sebenarnya sangat banyak, Namun kita akan membahas pintu-pintu utama yang dijadikan prioritas oleh setan untuk masuk menguasai manusia. Di antara pintu-pintu besar yang akan dimasuki setan itu adalah:

1. Marah

Marah adalah kalahnya tentara akal oleh tentara setan. Bila manusia marah maka setan bisa mempermainkannya seperti anak-anak mempermainkan kelereng atau bola. Orang marah adalah orang yang sangat lemah di hadapan setan.
 

2. Hasad

Manusia bila hasad dan tamak menginginkan sesuatu dari orang lain maka ia akan menjadi buta. Rasulullah bersabda: ”Cintamu terhadap sesuatu bisa menjadikanmu buta dan tuli” Mata yang bisa mengenali pintu masuknya setan akan menjadi buta bila ditutupi oleh sifat hasad dan ketamakan sehingga tidak melihat. Saat itulah setan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke hati manusia sehingga orang itu mengejar untuk menuruti syahwatnya walaupun jahat.
 

3. Perut kenyang

Rasa kenyang menguatkan syahwat yang menjadi senjata setan. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Yahya bin Zakariyya a.s. Beliau melihat pada setan beberapa belenggu dan gantungan pemberat untuk segala sesuatu seraya bertanya. Wahai iblis belenggu dan pemberat apa ini? Setan menjawab: Ini adalah syahwat yang aku gunakan untuk menggoda anak cucu Adam.Yahya bertanya: Apa hubungannya pemberat ini dengan manusia ? Setan menjawab: Bila kamu kenyang maka aku beri pemberat sehingga engkau enggan untuk sholat dan dzikir. Yahya bertanya lagi: Apa lainnya? Tidak ada! Jawab setan. Kemudian Nabi Yahya berkata:
Demi Allah aku tidak akan mengenyangkan perutku dengan makanan selamanya.
Iblis berkata. Demi Allah saya tidak akan memberi nasehat pada orang muslim selamanya.
Kebanyakan makan mengakibatkan munculnya enam hal tercela:
・ Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari hatinya.
・ Menghilangkan rasa kasih sayang kepada makhluk lain karena ia mengira bahwa semua makhluk sama kenyangnya dengan dirinya.
・ Mengganggu ketaatan kepada Allah
・ Bila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak mendapatkan kelembutan
・ Bila ia bicara tentang ilmu maka pembicaraannya tidak bisa menembus hati manusia.
・ Akan terkena banyak penyakit jasmani dan rohani
 

4. Cinta perhiasan dan perabotan rumah tangga

Bila setan melihat hati orang yang sangat mencintai perhiasan dan perabotan rumah tangga maka iblis bertelur dan beranak dan menggodanya untuk terus berusaha melengkapi dan membaguskan semua perabotan rumahnya, menghiasi temboknya, langit-langitnya dst. Akibatnya umurnya habis disibukkan dengan perabotan rumah tangga dan melupakan dzikir kepada Allah.


5. Tergesa-gesa dan tidak melakukan receck

Rasulullah pernah bersabda: "Tergesa-gesa termasuk perbuatan setan dan hati-hati adalah dari Allah SWT". Allah berfirman: ”Manusia diciptakan tergesa-gesa” dalam ayat lain ditegaskan: Sesungguhnya manusia itu sangat tergesa-gesa. Mengapa kita dilarang tergesa-gesa? Semua perbuatan harus dilakukan dengan pengetahuan dan penglihatan mata hati. Penglihatan hata hati membutuhkan perenungan dan ketenangan. Sedangkan tergesa-gesa menghalangi itu semua. Ketika manusia tergesa-gesa dalam melakukan kewajiban maka setan menebarkan kejahatannya dalam diri manusia tanpa disadari.


6. Mencintai harta

Kecintaan terhadap uang dan semua bentuk harta akan menjadi alat hebat bagi setan. Bila orang memiliki kecintaan kuat terhadap harta maka hatinya akan kosong. Kalau dia mendapatkan uang sebanyak satu juta di jalan maka akan muncul dari harta itu sepuluh syahwat dan setiap syahwat membutuhkan satu juta. Demikianlah orang yang punya harta akan merasa kurang dan menginginkan tambahan lebih banyak lagi.


7. TaÂ’assub bermadzhab dan meremehkan kelompok lain.

Orang yang taÂ’assub dan memiliki anggapan bahwa kelompok lain salah sangat berbahaya. Orang yang demikian akan banyak mencaci maki orang lain.
Meremehkan dan mencaci maki termasuk sifat binatang buas. Bila setan menghiasi pada manusia bahwa ta'assub itu seakan-akan baik dan hak dalam diri orang itu maka ia semakin senang untuk menyalahkan orang lain dan menjelekkannya.


8. Kikir dan takut miskin.

Sifat kikir ini mencegah seseorang untuk memberikan infaq atau sedekah dan selalu menyeru untuk menumpuk harta kekayaan dan siksa yang pedih adalah janji orang yang menumpuk harta kekayaan tanpa memberikan haknya kepada fakir miskin. Khaitsamah bin Abdur Rahman pernah berkata: Sesungguhnya setan berkata: Anak cucu Adam tidak akan mengalahkanku dalama tiga hal perintahku: Aku perintahkan untuk mengambil harta dengan tanpa hak, menginfaqkannya dengan tanpa hak dan menghalanginya dari hak kewajibannya (zakat).

Sufyan berkata: Setan tidak mempunyai senjata sehebat senjata rasa takutnya manusia dari kemiskinan. Apabila ia menerima sifat ini maka ia mengambil harta tanpa hak dan menghalanginya dari kewajiban zakatnya.


9. Memikirkan Dzat Allah

Orang yang memikirkan dzat Allah tidak akan sampai kepada apa yang diinginkannya ia akan tersesat karena akal manusia tidak akan sampai kesana. Ketika memikirkan dzat Allah ia akan terpeleset pada kesyirikan.
 

10. Suudzon terhadap orang Islam/ ghibah.

Allah berfirman dalam Surat Al Hujuroot 12 sbb.:

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."

Rasulullah pernah bersabda: "Jauhillah tempat-tempat yang bisa memunculkan prasangka buruk.

Kalau ada orang yang selalu suudzon dan selalu mencari cela orang lain maka sebenarnya ia adalah orang yang batinnya rusak. Orang mukmin senantiasa mencari maaf dan ampunan tetapi orang munafik selalu mencari cela orang lain.

Itulah sebagian pintu-pintu masuknya setan untuk menguasai benteng hatinya.
Kalau kita teliti secara mendetail kita pasti tidak akan mampu menghitung semua pintu masuknya setan ke dalam hati manusia

Sekarang bagiamana solusi dari hal ini? Apakah cukup dengan zikrullah dan mengucapkan “Laa haula wa laa quwwata illa billah”? ketahuilah bahwa upaya untuk membentengi hati dari masuknya serbuan setan adalah dengan menutup semua pintu masuknya setan dengan membersihkan hati kita dari sifat-sifat tercela yang disebutkan di atas. Bila kita bisa memutuskan akar semua sifat tercela maka setan mendapatkan berbagai halangan untuk memasukinya ia tidak bisa menembus ke dalam karena zikrullah. Namun perlu diketahui bahwa zikir tidak akan kokoh di hati selagi hati belum dipenuhi dengan ketakwaan dan dijauhkan dari sifat-sifat tercela. Bila orang yang hatinya masih diliputi oleh akhlak tercela maka zikrullah hanyalah omongan jiwa yang tidak menguasai hati dan tidak akan mampu menolak kehadiran setan. Oleh sebab itu Allah berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya." (Al AÂ’raaf [7]: 201)

Perumpamaan setan adalah bagaikan anjing lapar yang mendekati anda. Bila anda tidak memiliki roti atau daging pasti ia akan meninggalkanmu walaupun cuma menghardiknya dengan ucapan kita. Tapi bila di tangan kita ada daging maka ia tidak akan pergi dari kita walaupun kita sudah berteriak ia ingin merebut daging dari kita. Demikian juga hati bila tidak memiliki makanan setan akan pergi hanya dengan dzikrullah. Syahwat bila menguasi hati maka ia akan mengusir dzikrullah dari hati ke pinggirnya saja dan tidak bisa merasuk dalam relung hati. Sedangkan orang-orang muttaqin yang terlepas dari hawa nafsu dan sifat-sifat tercela maka ia akan dimasuki setan bukan karena syahwat tapi karena kelalaian dari dzikrullah apabila ia kembali berdzikir maka setan langsung lari. Inilah yang ditegaskan firman Allah dalam ayat sebelumnya:

Artinya: "Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al AÂ’raaf [7]: 200)

Dalam ayat lain disebutkan:

Artinya: "Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya setan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah." (An Nahl [16] : 98-100)

Mengapa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Bila Umar ra. Melewati suatu lereng maka setan mengambil lereng selain yang dilewati Umar.”? Karena Umar memiliki hati yang bersih dari sifat-sifat tercela sehingga setan tidak bisa mendekat. Kendatipun hati berusaha menjauhkan diri dari setan dengan dzikrullah tapi mustahil setan akan menjauh dari kita bila kita belum membersihkan diri dari tempat yang disukai setan yaitu syahwat, seperti orang yang meminum obat sebelum melindungi diri dari penyakit dan perut masih disibukkan dengan makanan yang kerasa dicerna. Taqwa adalah perlindungan hati dari syahwat dan nafsu apabila zikrullah masuk kedalam hati yang kosong dari zikir maka setan mendesak masuk seperti masuknya penyakit bersamaan dengan dimakannya obat dalam perut yang masih kosong.

Allah SWT berfirman :
Artinya: "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya." (Qaaf [50]: 37)
sumber

Pertolongan Allah pasti datang

,
Banyak jalan menuju roma mungkin ini adalah  pepatah yang tepat menjadi contoh sebab-sebab di tolong allah, karena pertolongan allah sangat banyak caranya, begitu juga waktunya bisa hari ini, hari besok, jam satu, jam dua, mingu ini, minggu depan, bulan ini bulan depan bahkan tahun depan.
Ada yang di segerakan ada juga yang di tahan, sepintas kalau kita pikir memang agak sedikit lucu karena seperti lelucon allah membuat kehendakNya, kita ambil contoh sebagaimana sedekah, allah selalu mengatakan dalam firmanNya sedekah akan dib alas dengan berlipat-lipat ganda bahkan di sebutkan dari 10 sedekah akan dib alas 700 balasan.
Dalam matematika kita sedekah itu pada hakikatnya mengeluarkan atau mengurangi, tetapi berbeda dengan matematikanya allah, siapa yang mengurangi karena allah dia yang akan di tambah. Allah maha segala apa yang di kehendaki maka pantaslah kalau di berkehendak siapa yang dia tolong dan siapa yang dia tidak tolong.
Sebab di tolong allah tentu sangat mudah dan gampang, karena allah sendiri sudah memberikan panduannya untuk kita, kalau ingin di kayak an maka sedekah jalannya, kalau ingin di sehatkan sholat dan puasa jalannya, kalau ingin di mulyakan taqwa soluisinya.
Tinggal kita mau pilih yang mana, di tolong allah atau tidak di tolong allah, memang tidak gampang kalau hanya sekedar ucapan, namun itulah janji allah yang maha pemilik alam raya ini, tidak ada jalan buntu dalam ajaran islam ini, semua sudah di sempurnakan dan lengkap untuk panduan hidup kita.
Maka yang paling penting agar kita sensntiasa di tolong allah adalah harus memiliki keyakinan yang benar, yakin akan janji allah, yakin akan adanya allah, dan yakin akan pertolongan allah, segera laksanakan apa yang allah kehendaki maka pertolongan allah datang.
Sumber: http://www.batararayamedia.com/sebab-di-tolong-allah_art-363.html
 

Pesisir Ngujung Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates